Bapak Mario Teguh yang terhormat,
Saya bingung, dengan saya sendiri, mengapa saya mau mengulang kesalahan untuk kedua kalinya.
Dulu
saya menjalin hubungan dengan seorang wanita yang berbeda keyakinan
dengan saya. Saya memberanikan diri melakukan itu karena saya terlanjur
mencintai pribadinya. Akhirnya kami harus merelakan kebersamaan kami
terputus di tengah jalan, karena perbedaan itu. Dan sekarang saya
kembali pada sesuatu yang saya anggap kesalahan.
Menyikapi masalah ini apa yang seharusnya saya lakukan?
Atas saran dan masukannya, saya ucapkan terima kasih.
Bapak Abdul Wahid dari Samarinda
ditanyakan pada Senin, 20 April 2009 14:03:19 +0700
Mario Teguh menjawab:
Terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
Mulai hari ini, putuskan Anda akan menjadi apa di masa depan dan
pastikan ketertarikan Anda yang sangat kuat untuk menjadi pribadi yang
sampai dalam keadaan itu.
Dan jadikanlah kalimat kekuatan
pribadi Anda sebuah janji kepada diri Anda sendiri yang untuk
memenuhinya Anda mohonkan restu dari Dia Yang Maha Mengizinkan. Pastikan
Anda menghormati janji itu, karena diri Anda perlu melihat kesungguhan
Anda untuk memenuhi janji Anda sendiri.
Karena, bila Anda tidak
bisa membangun kepercayaan diri kepada kesungguhan untuk mencapai
kemauan, maka sahabat terdekat Anda dalam hidup ini akan lebih
mempercayai kesungguhan Anda untuk menjadi pengeluh atas kelemahan-nya
sendiri.
Sebetulnya , semakin Anda tegas bersikap kepada diri
sendiri, semakin mudah hidup ini bagi Anda. Maka, Anda tidak dibuat
marah oleh kesalahan-kesalahan yang sama. Sebaliknya seharusnyalah,
kesalahan selalu memberikan pelajaran untuk mencapai cara-cara yang
lebih baik.
Begitu dulu ya, Bapak Abdul Wahid. Semoga membantu.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar